Stasiun Televisi China Bully Trump

Stasiun Televisi China Bully Trump akibat perang dagang yang kian memanas.

Stasiun Televisi Negeri Tirai Bambu berani membuat konten berisikan ejekan terhadap Presiden Donald Trump.

Melalui sebuah video Stasiun Televisi China Bully Trump yang dirilis pekan ini,

media pemerintah China Global Television Network menyerang Trump dengan menggambarkan orang nomor satu di AS itu sebagai seorang yang kikuk.

Dalam konten tersebut, stasiun televisi china bully trump tersebut menggunakan bahasa Inggris itu juga menuliskan kutipan sarkasme berisikan ucapan terima kasih bagi Trump karena membantu China menjadi negara yang lebih kuat.

Baca Juga : Update Medali Indonesia Di Asian Games 2018

“Terima Kasih Trump, Anda hebat!” bunyi judul video itu seperti dilansir The Strait Times, Jum`at, 24 Agustus 2018.

Video itu menunjukkan gambar Trump dengan pose tidak menarik, kedua alisnya berkerut, dan mulutnya menganga.

Dalam rekaman itu, seorang pembaca berita bisnis, Cheng Lei, turut membacakan surat ucapan terima kasih bagi Trump.

Bandar Judi Bola

Dalam video itu, Cheng mengatakan Beijing berterima kasih kepada Trump karena membantu merayu investor asing untuk menanamkan modal di China.

Trump juga dianggap “menginspirasi China untuk mencurhakan lebih banyak perhatian dan biaya untuk mengembangkan penelitian industri semikonduktor negara.”

Selain itu, Cheng juga mengolok-olok Trump mengacaukan Gedung Putih dan menerapkan kebijakan luar negeri yang mengisolasi AS.

Bandar Judi Casino

Di akhir video, Cheng juga berterima kasih karena langkah Trump itu mendorong China juga memberlakukan tarif serupa pada produk AS yang dianggap meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Atas nama dokter, terima kasih telah menunjukkan perlunya berhenti mengkonsumsi produk Amerika seperti wishkey Bourbon dan daging olahan bacon,” ucap Cheng.

Bandar Judi Slot

Tak lama setelah dirilis dan mulai menarik perhatian, video sepanjang tiga menit itu hilang, ditarik dari YouTube dan Weibo, platform media sosial China seperti Twitter.

Menurut pengamat, video itu mencerminkan kemarahan yang terus memuncak di kalangan publik China terkait kenaikan tarif sebesar 25 persen

yang dikenakan pada produk Negeri Tirai Bambu, termasuk baja, alumunium, hingga produk teknologi.

Bandar Judi IDNLive

Kenaikan tarif ekspor barang ke AS itu merugikan China hingga miliaran dolar Amerika.

“Mereka menyadari kelemahan Trump di dalam negeri dan melihat itu menjadi peluang untuk memberikan tekanan [kepada AS],” kata seorang profesor politik China dari King’s College London, Kerry Brown.

Meski begitu, Brown mengatakan video itu segera dihapus untuk menghindari provokasi bagi AS.

Ini bukan pertama kali media China mengkritik AS, sebagai rival terbesar negaranya.

Bandar Slot Terbanyak

Media China, yang dikontrol ketat oleh pemerintah, dinilai cukup sering mengkritik Negeri Paman Sam secara umum.

Keinginan mengkritik itu kian besar menyusul merenggangnya rivalitas Washington-Beijing di masa pemerintahan Trump, terutama dalam masalah ekonomi dan perdagangan.

Video buatan China Global Television Network pekan ini juga bukan sindiran pertama yang dibuat media itu terhadap Trump.

Pada awal Agustus lalu, stasiun televisi itu juga merilisi sebuah video yang menggambarkan Trump tengah duduk di toilet.

Salah satu penyiarnya menggambarkan Trump sebagai seorang septuagenarian, seseorang berusia 70-79 tahun, “yang kerap duduk di toilet pada pukul 05.00 pagi dan mengunggah kicauan di Twitter sehingga patut dipertanyakan kewarasannya.”