Hukuman Mati Aman Abdurahman Atas Rentetan Bom Indonesia

Hukuman Mati Aman Abdurahman Atas Rentetan Bom Indonesia

Berita Terkini LigafoxHukuman Mati Abdurahman Atas Rentetan Bom Indonesia

Aman Abdurahman dituntut hukuman mati atas dalang rentetan bom yang terjadi di indonesia belakangan ini,

Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa diduga pelaku serangan teror bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurahman, dengan hukuman mati.

Bukan hanya itu selain menuntut mati jaksa juga membongkar Faham radikal yang di anut pentolan JAD tersebut, Aman menganggap demokrasi sebagai hal yang bisa membatalkan keislaman seseorang.

Bandar Bola Piala Dunia Russia 2018, ” Tersangka meyakini demokrasi syirik akbar yang bisa membatalkan keislaman seseorang, ” tutur jaksa Anita Dewayani.

” Saya menuntut agar majelis hakim menjatuhkan tuntutan pidana dengan hukuman pidana mati,” tegas jaksa Anita di pengadilan Negeri jakarta Selatan, Jum`at 18 Mei 2018

Baca Juga : Prediksi Skor Manchester United Vs Chelsea 19 Mei 2018

Jaksa Anita juga meminta majelis hakim memutuskan agar memberikan kompensasi bagi para korban yang terkena dampak serangan bom Aman.

Pada tahun 2008 Aman kerap memberikan ceramah atau kajian disejumlah kota, seperti di Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, dan Samarinda. Materi ceramah Aman di ambil dari buku seri materi tauhid yang dikarang olehnya yang berisi pemahaman tentang demokrasi.

” Dalam pemahaman terdakwa yang termasuk dalam syirik akbar demokarasi sendiri adalah: menyembah berhala, berdoa kepada selain Allah, berkorban kepada selain Allah, taat hukum selain Allah dan lain-lain sehingga wajib bagi setiap muslim untuk melepaskan diri dari sistem syirik demokrasi,” terang Anista Agen Bola Piala Dunia Russia 2018

Baca Juga : Prediksi Skor Bayern Munchen Vs Frankfrut 20 Mei 2018

Aksi pertama Aman merupakan ledakan bom dikawasan Thamrin, Jakarta, pada 14 Januari 2016 yang menyebabkan warga sipil dan aparat kepolisian.

Aksi kedua yaitu pelemparan bom ke Gereja HKBP Oikumene, Samarinda pada 13 November 2016 yang menyebabkan enam anak-anak menjadi korban. Aksi tersebut dilakukan oleh ketua JAD Kaltim, Joko Sugito alias Abu Sarah, Aksi ketiga yakni aksi bom bunuh diri di terminal kamoung melayu yang dilakukan oleh kiki Muhammad Iqbal alias Abu Syamil.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *