Dokter Potong Kelamin Bayi Di India

 

LigaFox – Dokter Potong Kelamin Bayi Di India

Sungguh malang bayi di India ini. Ia meninggal dunia setelah alat kelaminnya di potong karena alasan yang tak masuk akal.

Pelakunya 2 pria yang menyamar sebagai dokter. Mereka tega memotong alat kelamin bayi tersebut demi meyakinkan sang ibu bahwa ia telah melahirkan anak perempuan.

Menurut petugas medis ternama di Chatra, Satinder Prasad Singh, dokter gadungan itu mengatakan bahwa wanita yang kala itu hamil delapan bulan itu akan memiliki seorang bayi perempuan, setelah melakukan ultrasonografi (USG) abal-abal, di sebuah klinik ilegal di Distrik Chatra, Jharkhand timur

“Setelah melahirkan bayi yang ternyata laki-laki pada Selasa 24 April, kedua dokter tega memotong alat kelaminnya untuk menjadikannya sebagai anak perempuan dengan kelainan,” ujar Singh.

Tak lama kemudian, bayi itu meninggal dunia. Menurut hasil autopsi, kehilangan banyak darah adalah penyebabnya.

“Mereka secara ilegal menjalankan klinik dan melakukan tes serta prosedur medis lainnya. Mereka tak memiliki gelar medis dan menjebak pasien yang mudah tertipu,” jelas Singh.

 

BACA JUGA : HATI-HATI, PERUT KEMBUNG BISA JADI GEJALA KANKER OVARIUM

Anda mungkin sering mengalami perut kembung. Umumnya, Anda akan beranggapan bahwa perut kembung disebabkan oleh masuk angin. Namun, bagi wanita, siapa sangka perut kembung ternyata dapat menjadi suatu tanda munculnya penyakit serius, yaitu kanker ovarium.

Dilansir Express, Rabu (21/2/2018), sebuah survei yang dilakukan oleh Target Ovarian Center pada 1.142 wanita di Inggris, menemukan sebanyak 50 persen di antaranya mengganti makanan jika mengalami perut kembung. Mereka akan mengurangi konsumsi susu dan menggantinya dengan yogurt probiotik.

Hal yang berbeda ditunjukkan oleh 34 persen wanita di Inggris pada survei tersebut yang langsung mengunjungi dokter ketika mengalami perut kembung yang tidak biasa, dan beberapa di antaranya terdiagnosis mengalami kanker ovarium. Hal ini menunjukkan terjadinya kesenjangan kesadaran akan gejala penyakit ini.

Berdassarkan penelitian tersebut, sebanyak dua pertiga wanita di Inggris yang mengalami perut kembung tidak terdiagnosis sampai penyakit mematikan tersebut menyebar, sehingga sulit untuk diobati.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *