Tak Biasa, Orang-orangan Sawah di Tempat Ini Bentuknya Seperti Hantu

 

LigaFox – Tak Biasa, Orang-orangan Sawah di Tempat Ini Bentuknya Seperti Hantu

 

Sejak dahulu orang-orangan sawah biasa digunakan para petani untuk mengusir hama yang sering mengganggu perkebunan dan sawah mereka, terutama burung pemakan butir padi serta babi yang sering merusak kebun singkong dan ubi.

Jika biasanya orang-orangan sawah hanya dibuat dengan memanfaatkan bekas plastik pupuk, batok kelapa, serta batang singkong saja, namun di beberapa tempat khususnya pedesaan yang masih banyak area pertanian ditemukan orang-orangan sawah dengan bentuk yang menyeramkan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Mirip Hantu anak Kecil Menyeramkan

Entah mendapatkan ide dari mana, pemiliik sawah ini memasangkan boneka anak kecil berwajah putih menyeramkan di tengah-tengah sawahnya.

2. Orang-orangan Sawah Menyerupai Kuntilanak

Terlalu kreatif, orang-orangan sawah ini di buat seperti kuntilanak berambut panjang menutupi wajah dan baju hitam panjang.

3. Apa Jadinya Jika Orang-orangan Sawah ini Kamu Lihat Malam Hari

Jika kamu penggemar film luar negri, pasti tidak asing lagi dengan sosok orang-orangan sawah ini. Sosok hantu pembunuh dalam film The Purge ini di ceritakan suka memakan anak-anak.

4. Hama Pasti Takut dengan Monster Akar ini

Tidak kalah kreatif, orang-orangan sawah ini dibuat menyerupai monster akar yang dibalut dengan baju berwarna hitam serta kepala botak.

5. Menyerupai Hantu Kepala Buntung

Menakutkan, orang-orangan sawah ini dibuat mirip hantu berkepala buntung yang hanya disanggah oleh batang pohon dan dibalut dengan kain putih.

 

BACA JUGA : PENDERITA HIPERTENSI, LAKUKAN OLAHRAGA INI TIAP HARI

Di Indonesia, yoga memang masih dilakukan oleh kalangan yang terbatas. Namun jika Anda, atau ada kerabat, memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) waktunya untuk mencoba yoga.

Menurut sebuah studi kecil, mengutip Health, Senin (19/2/2018), melakukan yoga setiap hari selama satu jam bisa menurunkan rata-rata tekanan darah diastolic dan arterial.

Studi di presentasikan pada konfrensi tahunan Cardiological Society of India. Penulis studi ini mengatakan, hasilnya cukup menjanjikan. Melakukan yoga setiap harus bisa melindungi orang-orang dengan pra-hipertensi dari efek berbahaya hipertensi.

“Prahipertensi dan hipertensi bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung,” ujar pemimpin penelitian Ashutosh Angrish, MD, seorang spesialis jantung dari Sir Gangaram Hospital di New Delihi, India.

Prahipertensi adalah ketika tekanan darah sistolik berada pada angka 120-139 mm Hg, dan diastolik di angka 80-89 mm Hg. Sedangkan angka yang dinyatakan hipertensi adalah di atas 140 mm Hg, dan diastoliknya pada angka 90 mm Hg.

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *