Payung hingga Pistol Lipstik, Ini 7 Teknologi Unik Militer Rusia

LigaFox – White Label | Online Betting | Terbaik dan Terpercaya | Indonesia

Ketika Perang Dunia II selesai, lahirlah dua negara Super Power, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Namun, karena satu dan lain hal, Uni Soviet akhirnya terpecah dan lahirlah negara Rusia.

Menjadi negara besar di bidang militer memang menuntut Rusia untuk menciptakan senjata-senjata mematikan yang membuat negaranya tetap ditakuti. Akan tetapi, nyatanya Rusia bukan hanya membuat senjata yang mengerikan, tapi mereka juga pernah membuat teknologi unik bagi militer Rusia.

Seperti apa sih teknologi unik militer Rusia yang pernah diciptakan oleh negara Super Power ini? Berikut ulasannya.

1. Kapal Laut Terbang

Secara bentuk, mungkin kendaaran milik militer Uni Soviet ini memang terlihat seperti pesawat. Tapi ternyata, kapal yang punya nama Orlyonok ini ternyata bisa lepas landas dan mendarat di air. Kerennya, kapal ini dapat melaju sampai kecepatan 331 mph dengan tinggi hanyak beberapa meter dari permukaan air.

Karena keunggulannya itu, pesawat ini jadi sulit untuk dideteksi oleh torpedo musuh. Orlynok sendiri memang menjadi teknologi unik militer Rusia yang dapat mengangkut 200 orang dan 2 tank, terutama karena kapal ini memang digunakan untuk membantu pendaratan pasukan militer Uni Soviet.

2. Payung Beracun
Senjata ini memang terlihat seperti senjata yang ada di film-film anime dan juga film mata-mata. Namun, Rusia memang betul-betul membuat senjata ini dan diperuntukkan untuk serangan mata-mata.

Cara kerjanya, senjata yang mempunya kode rahasia ‘Payung Bulgaria’ ini dapat menyemburkan racun dari ujungnya. Pengguna hanya perlu menusukkan payung tersebut ke korban dan menembakkan racun ke korban. Dalam beberapa menit korban langsung mati seketika.

3. Pistol Lipstik
Ketika perang dingin antara Uni Soviet dan AS, senjata mata-mata memang makin gencar dikembangkan. Yang paling mencuri perhatian adalah senjata berbentuk lipstik milik Uni Soviet yang dibuat untuk para mata-mata wanita salah satu negara Super Power tersebut.

Dengan sebutan ‘Kiss of Death’, pistol listrik berbentuk lipstik ini dibuat dari bahan metal dan dapat membawa peluru berukuran 4.5 milimeter. Para analis memperkirakan bahwa teknologi unik militer Rusia ini memang standar operasi yang harus dimiliki mata-mata wanita dari Rusia.

4. Pesawat Sepatu
Ketika perang dingin, perseturuan antara Uni Soviet dan AS memang tidak secara gamblang terlihat. Misalnya saja, Rusia sengaja membuat sebuah pesawat bernama MiG-105 yang berguna untuk memblokade pasukan AS dan NATO untuk memasuki atmosfer.

Lucunya, pesawat ini sendiri mempunyai bentuk yang unik, yaitu moncongnya mirip sepatu. Bahkan militer Rusia pun menjuluki kapal ini dengan nama Lapot alias bahasa slang-nya Rusia yang artinya sepatu. Sayangnya, pesawat ini batal diproduksi massal karena biaya produksinya yang sangat tinggi.

5. Senjata Kapal yang Mirip Manusia
Pernah nonton film Real Steal? Coba lihat senjata militer Rusia yang satu ini, mirip dengan robot bernama Atom dari film Real Steal? Namun, bukan robot untuk bertarung di atas ring tinju, senjata militer Rusia ini adalah sebuah meriam yang siap menembakkan rudal anti-pesawat.

Kepala meriam bernama Palma sendiri merupakan sistem elektronik otik kendali otomatis dengan mulut dan matanya merupakan saluran video dan inframerah. Meriam Palma dapat ditemukan di fregrat Rusia, Laksamana Gorshkov.

6. Pesawat Sayap Terbalik
Mungkin sepintas kamu akan melihat SU-47 sebagai pesawat tempur pada umumnya. Namun, coba perhatikan lebih detail, ternyata SU-47 mempunyai sayap yang terlihat ‘terbalik’. Ternyata ada maksud dibalik sayapnya yang janggal tersebut.

Dengan sayapnya yang seperti itu, SU-47 daoat berakselerasi dengan cepat dan pilot pun tidak akan merasa khawatir pesawatnya akan jatuh ketika lepas landas dengan posisi horizontal di kapal induk.

Pesawat ini juga dapat bermanuver dalam kecepatan rendah dan bisa melakukan Pugachev Cobra, yaitu teknik mundur tanpa kehilangan kendali. Sayangnya pesawat ini hanya sebuah eksperimen dan hanya mempunyai satu sampel saja.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *