Ahok…Sekalipun Dipenjara, Tetap Bekerja Seperti Yang Lain

LigaFox – Pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Teguh Samudra mengatakan, bahwa tidak ada perlakuan khusus untuk kliennya, selama berada di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Ahok tetap menjalani tugas-tugas, sebagai warga binaan yang ditahan di lapas. “Kerja di luar misalnya, apakah, bisa saja nih, saya kan juga enggak dikasih tahu info itu ya. Kalau disuruh nyangkul ya nyangkul, macam-macam lah, pokoknya kerja lapangan, ya kerja lapangan” ujar Teguh, Rabu (9/8/2017).

“Tetapi dia (Ahok), enggak kasih tahu tugasnya apa, yang diberikan oleh karutan (kepala rutan)” kata Teguh.

Selain pekerjaan lapangan, Ahok mengerjakan tugas-tugas administrasi di dalam rutan. Teguh mengatakan, Ahok juga belajar untuk tidak banyak berkomentar, selama ditahan.

“Belajar untuk bisa menahan diri, sedikit bicara banyak mendengar. Rutinitasnya ya seperti biasa, olahraga, menulis pengalaman pribadi, menulis benak batinnya” ujar Teguh.

Adapun Basuki Tjahaja Purnama dinyatakan bersalah, dalam kasus dugaan penodaan agama, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kasus ini berawal dari pidato Ahok, saat jadi Gubernur DKI di Kepulauan Seribu, yang mengutip surat Al Maidah.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman dua tahun penjara bagi Ahok. Putusan tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa, yaitu hukuman penjara satu tahun, dengan masa percobaan dua tahun.

Karena alasan keamanan, Ahok tidak ditahan di lembaga pemasyarakatan, tetapi di Rutan Mako Brimob.

Terpidana kasus penodaan agama, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, batal hadir sebagai saksi, dalam sidang kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan terdakwa Buni Yani, Selasa (8/8/2017).

Dalam surat yang disampaikannya ke Kejaksaan Negeri Depok, Ahok disebut, berhalangan hadir karena sedang kurang sehat.

“Yang bersangkutan bukan menolak, tapi yang bersangkutan lagi kondisi kurang sehat” kata Kepala Kejari Depok, Sufari, melalui keterangan tertulis, Selasa siang.

Sufari mengaku, belum bisa memastikan, apakah pihaknya akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Namun, dia menilai, kejaksaan masih memiliki kesempatan, jika ingin menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang kasus tersebut. “Minimal tiga kali (pemanggilan)” ujar Sufari.

Dalam sidang yang berlangsung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jawa Barat, hari ini, jaksa penuntut umum (JPU), yang dipimpin oleh Andi M Taufik, sempat mengajukan permohonan kepada majelis hakim, untuk membacakan BAP kesaksian Ahok.

Namun, permintaan itu ditolak majelis hakim, karena adanya keberatan dari tim pengacara Buni Yani. Majelis hakim pun meminta JPU, menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Ahok.

“Kami meminta JPU, mengundang dan menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama. Silakan saksi selanjutnya” kata ketua majelis hakim, M Sapto, saat persidangan.

Sebelumnya, Irfan Iskandar, anggota tim kuasa hukum Buni Yani, menuding jaksa pilih kasih, terhadap saksi-saksi lainnya yang dipaksa hadir, sementara tidak dengan Basuki Tjahaja Purnama.

“Seharusnya jaksa punya upaya paksa. Tapi kenapa, kepada Basuki Tjahaja Purnama tidak dilakukan. Alasan ketidaksehatan, juga harus dibuktikan terlebih dahulu” kata dia.

Selain itu, Irfan juga merasa, kesaksian tanpa kehadiran Basuki, malah akan merugikan kliennya, lantaran tim kuasa hukum tidak bisa mengkritik balik.

“Kami khawatir, adanya potensi kebohongan. Kalau dengan alasan jauh, kami pun juga jauh” ujar Irfan.

LigaFox – White Label Online Betting Terbaik & Terpercaya Indonesia

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *